ANALISIS

Idap Hepatitis B

Dahlan Desak BUMN Produksi Obat Murah

Dahlan berkaca dari pengalamannya membeli obat seharga Rp1 juta untuk pemakaian sebulan.

ddd
Kamis, 22 Maret 2012, 11:45 Syahid Latif, Ronito Kartika Suryani
Menteri BUMN, Dahlan Iskan
Menteri BUMN, Dahlan Iskan (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)

VIVAnews - Berkaca dari pengalamannya yang harus mengonsumsi obat hepatitis B, Lamifudin, setiap hari, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, mendorong PT Kimia Farma Tbk agar memproduksi obat-obatan yang diperlukan masyarakat kurang mampu.

Dahlan mengatakan, Lamifudin merupakan obat yang harus terus dikonsumsi oleh penderita hepatitis B. Sayangnya, harga obat ini tergolong mahal yaitu Rp1 juta untuk kepentingan sebulan.

"Di Indonesia ada sekitar 20 juta orang yang harusnya minum obat ini. Namun, karena harganya mahal, menjadi tidak terjangkau," kata Dahlan dalam pesan BlackBerry yang diterima VIVAnews.com, Kamis, 22 Maret 2012.

Mantan bos kelompok media Jawa Pos ini mengatakan, mahalnya jenis obat tersebut disebabkan Lamifudin termasuk obat yang masih harus diimpor.

Padahal, obat tersebut bakal membantu hati yang sudah terjangkit hepatitis B agar tidak terkena sirosis. Inilah yang kemudian bisa menyebabkan munculnya kanker hati.

Terdorong dari pengalaman tersebut, Dahlan telah memerintahkan Kimia Farma untuk memproduksi sendiri obat hepatitis B. Kabarnya, sepekan lalu, Kimia Farma telah memproduksi jenis obat tersebut dengan merek Heplam.

Berbeda dengan Lamifudin yang dihargai Rp1 juta untuk sebulan. Harga obat Heplam hanya dipatok Rp150 ribu untuk pengobatan selama sebulan. "Tidak sampai seperlima dari harga Lamifudin impor," katanya.

Rencananya, Kementerian BUMN bakal meminta Menteri Kesehatan untuk segera meluncurkan obat tersebut di Jakarta. (art)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
ewinlilim
28/03/2012
semoga kebijakan2yang bermanfaat bagi masyarakat seperti ini menjadi amal jariah bagi Pa Dahlan di dunia dan akherat, serta ditiru oleh pemimpin2 lainnya, amiiin....
Balas   • Laporkan
werewolf
22/03/2012
juga insulin pak untuk orang dg diabetes. jumlahnya di Indonesia 21,3 juta orang. insulin mahal, dan bukan cuma penyakit orang kaya..
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru