ANALISIS

Aksi Dahlan, BUMN Harus Ungkap Hak Konsumen

"Publik berhak tahu haknya dan menuntut kalau yang diterima tidak sesuai," kata Said Didu.

ddd
Jum'at, 23 Maret 2012, 06:03 Syahid Latif
Antrean panjang di gerbang pintu tol sering mengakibatkan kemacetan panjang
Antrean panjang di gerbang pintu tol sering mengakibatkan kemacetan panjang (VIVAnews/Muhamad Solihin)

VIVAnews - Pengamat Badan Usaha Milik Negara (BUMN), M Said Didu, menegaskan, aksi "mengamuk" Dahlan Iskan di gerbang tol yang dikelola PT Jasa Marga Tbk merupakan momentum bagi perusahaan penyedia jasa untuk memberikan informasi kepada publik. Informasi itu mengenai hak-hak yang seharusnya diketahui dan diterima konsumen.

Selama ini, para pengelola jasa biasanya kurang memberikan informasi mengenai hak-hak dan standar pelayanan minimum (SPM) yang didapat dari uang yang dibayarkan konsumen.

"Jadi, publik berhak tahu dan menuntut kalau hak yang diterima tidak sesuai," kata Said Didu kepada VIVAnews, Kamis, 22 Maret 2012.

Menurut Said, kondisi semakin diperparah dengan tidak adanya regulasi mengenai SPM yang dibuat instansi terkait. "Karena tidak ada aturan, orang bisa melanggar dan menyogok," ujar dia.

Said mencontohkan, Kementerian Perhubungan sebagai institusi yang menaungi pelaku usaha di bidang angkutan, seharusnya mengeluarkan SPM bagi konsumennya. Begitu pula dengan Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) yang harus mengeluarkan SPM bagi konsumen jalan bebas hambatan itu.

"Sekarang ini tidak pernah keluar dan tak banyak yang tahu mengenai hak-hak konsumen," ujar Said yang merupakan mantan sekretaris kementerian BUMN itu. (art)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
aviknet
23/03/2012
Ah!!Lagu lama kaset kusut!!!!
Balas   • Laporkan
yayak94
23/03/2012
Hampir semua BUMN kelakuannya spt Dahlan, difasiltasi negara & mau menang sendiri. Dahlan mestinya ditangkap Polisi krn merusak fasilitas dimuka umum. Dia tak punya etika, kalau negur direksi ada rapat tertutup yg tidak dipertontonkan.
Balas   • Laporkan
bluekenzha | 28/03/2012 | Laporkan
betul mas Danar, masih mending yang di lempar itu Kursi, coba kalo orang yang bandelnya langsung yang di lempar??mau apa?
danar123 | 26/03/2012 | Laporkan
klo mau komen itu ikutin dlu ceritanya sampai komplit, Dahlan itu sdh negur dngn cara yg sampeyan saranin slma 3 bln terkahir tp dicuekkin!!!
unto
23/03/2012
apa lagi TELKOMSEL Beli Pulsanya Susah, ada Cluster2 segala hemmmm capek dech
Balas   • Laporkan
hoory
23/03/2012
Seandainya saja semua menteri...semua gubernur.... semua bupati....semua nggota DPR dan juga presiden kita bisa bersikap tegas... jujur... low profile... dan mengutamakan kepentingan rakyat daripada isi perutnya sendiri seperti pak dahlan ..... aku tak bi
Balas   • Laporkan
mas yoyok
23/03/2012
TELKOM juga parah.. banyak tagihan-tagihan yang tidak diketahui kegunaannya oleh para konsumen.
Balas   • Laporkan
pitung99
23/03/2012
SEETUUJUUU....... (waktu anda menjabat ga kepikiran yah???).
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru