ANALISIS

Dahlan Iskan Curhat Soal "Gembala" Kambing

Ketidakadilan yang pernah dirasakan itu terjadi di saat kedua orang tuanya menjadi petani.

ddd
Jum'at, 4 Mei 2012, 11:55 Antique, Permadi (Sukabumi)
Dahlan Iskan curhat soal kambing keluarga saat berdialog dengan petani di Sukabumi.
Dahlan Iskan curhat soal kambing keluarga saat berdialog dengan petani di Sukabumi. (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)

VIVAnews - Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, menyambangi dan berdialog dengan masyarakat serta petani di Desa Tegalega, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Jumat 4 Mei 2012.

Saat berdialog dengan salah seorang petani sayur Jajang (45), ia mempertanyakan ketidakadilan dari pihak bank terhadap para petani mengenai proses kucuran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Saya tidak bisa berkomentar tentang sulitnya petani mendapatkan kucuran kredit, karena memang banyak persyaratan yang harus dipenuhi," ungkap Dahlan di hadapan petani Warungkondang.

"Yang saya tahu, biasanya kebanyakan akibat kurang tertibnya administrasi dari petani. Namun, saya akan sampaikan permasalahan ini ke atas agar ada kompensasi, terutama bagi petani," ungkapnya di hadapan petani Warungkondang.

Dahlan pun menceritakan ketidakadilan yang pernah dirasakan keluarganya, di saat kedua orang tuanya bekerja sebagai buruh tani. "Waktu itu, petani sangat sulit mendapatkan bantuan dari pemerintah, berbeda dengan pengusaha yang begitu gampang mendapat kucuran bantuan dari pemerintah maupun bank," ujarnya.

Dia melanjutkan, cerita salah satu bentuk ketidakadilan yang dialami orang tuanya dulu. "Bapak saya mengembala kambing milik seorang juragan di kampung. Tidak ada upah sepeser pun, hanya dibayar jika kambing beranak. Kalau ada dua anak kambing, satu untuk juragan, sisanya hak pengembala," tuturnya.

Namun, setelah berbulan-bulan memelihara kambing, anak kambing tidak pernah didapatkan, karena kambing betina itu keburu dijual sang juragan saat bunting. "Ini sangat tidak adil," ujarnya.

Untuk itu, Dahlan berjanji akan mencarikan solusi mengenai berbagai permasalahan ketidakadilan yang selama ini membebani petani. Serta akan  membawa masukan dari keluhan petani ini ke pusat dan disampaikan pada instansi yang berwenang, sehingga muncul berbagai kebijakan baru yang lebih pro petani. (art)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
juragan nya aja yg ga tau di untung ntu mah gan
Balas   • Laporkan
glowrya
09/05/2012
pengalaman adalah guru yang paling berharga
Balas   • Laporkan
gentongnasi
04/05/2012
Jaman sekarang terjadi pada kebo. Kita pelihara kebo juragan, eh malah kita yang dijual sama si kebo.
Balas   • Laporkan
dunia ini penuh dgn 'ketidakadilan'. pengusaha bisa dapet kredit kalau punya jaminan barang (mobil atau tanah ), tanpa jaminan sama aja ga ada yg percaya hehe. sdh dapet kredit berat bayar cicilanya, telat nyicil di kejar tukang tagih deh. kalau jadi peta
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru