WAWANCARA
ANALISIS
Panser RI Perkuat Armada Tempur Malaysia
Menggunakan SS2, TNI menjadi juara umum di lomba tembak internasional.
Kamis, 6 September 2012
Oleh : Elin Yunita Kristanti, Nur Eka Sukmawati

VIVAnews - Diambil dari nama satwa endemik Sulawesi Tengah, Anoa, panser APS (Angkut Personel Sedang) ANOA menjadi salah satu produk andalan PT Pindad. Kendaraan pengangkut personel (armoured personnel carrier) itu menjadi salah bukti kemampuan Indonesia dalam memproduksi senjata dan peralatan tempur.

Debut internasional Anoa dilakukan 9 April 2010 lalu, saat 13 panser itu dikirim untuk mengawal misi perdamaian PBB di Lebanon. Pada 15 November 2011 ANOA varian 6x6 yang dilengkapi senapan mesin berat 7.62 mm, digunakan sebagai kendaraan tempur untuk patroli dan penjagaan keamanan di acara KTT ASEAN di Nusa Dua, Bali. Panser jenis ini juga dipakai Paspampres untuk pengawalan kunjungan-kunjungan presiden.

Tak hanya dipakai oleh militer Indonesia, kendaraan lapis baja itu juga kini dilirik Malaysia dan Brunei Darussalam. “Khusus untuk Malaysia dan Brunei, dua negara itu tertarik pada panser Anoa buatan PT Pindad,” kata Wakil Menteri Pertahanan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin dalam perbincangan dengan VIVAnews di gedung DPR RI, Jakarta.

Anoa membuat para petinggi militer negeri jiran kepincut saat dipamerkan dalam ajang Defence Services Asia (DSA) April 2012 lalu di Kuala Lumpur. Namun, atas permintaan negeri jiran, panser itu tak menyandang nama “Anoa”, melainkan "Rimau", yang berarti harimau dalam Bahasa Melayu. Belum jelas apa perbedaan dari varian ini. Kemungkinan pada mesinnya, Renault diganti menjadi Mercedes yang kapasitasnya sama-sama 7.000 cc dan 320 tenaga kuda. Bangladesh, Oman, Pakistan, dan Nepal juga disebut-sebut sebagai calon pembeli potensial.

Menurut Sjafrie, Malaysia dan Brunei Darussalam juga tengah melakukan observasi atas produk senjata lain. Filipina juga tak ketinggalan menunjukkan minatnya. “Filipina tertarik pada CN235 dan LPD (jenis kapal/Landing Platform Deck),” tambah dia.

Ada alasan mengapa negara-negara lain menaruh minat terhadap senjata bikinan anak negeri. Salah satunya adalah karena opsi teknologi menengah yang ditawarkan Indonesia. "Seperti transportasi sedang, transportasi ringan Anoa, senjata ringan," jelas Sjafrie.

Keunggulan lainnya yang diakui Irak adalah soal: harga, kualitas, dan sistem delivery. "Dan ini dalam payung government to government. Jadi, tidak terlalu susah. Tidak ada orang ketiga," kata Sjafrie. Yang dimaksud: tidak ada broker.

Reputasi produk persenjataan Indonesia bahkan dipuji Australia. Kementerian Pertahanan Australia, kata Sjafrie, melihat industri pertahanan Indonesia maju pesat selama lima tahun terakhir.

SS-2 Diborong Irak, Dilirik Saudi

Senapan Serbu atau SS2 produksi PT PindadSelain Anoa, Senapan Serbu 2 (SS2) produksi PT Pindad adalah primadona ekspor senjata RI. Irak, Iran, Uganda, Kongo, dan Arab Saudi dinilai merupakan pasar potensial.

Irak sudah memesan. Meski belum keluar angka pasti, diperkirakan dalam jumlah cukup besar. "Yang jelas, mereka mempunyai personel cukup besar. Ratusan ribu. Terpulang bagaimana mereka menguji cobanya nanti," ujar Sjafrie.

Rencananya, pada hari ulang tahun TNI ke ke-67 pada Oktober 2012 mendatang, pejabat Irak akan diundang menyaksikan parade persenjataan Indonesia. Di sini Irak akan melakukan observasi. Untuk Arab Saudi, Sjafrie menambahkan, sampel senjata telah dikirim, tapi respons balik belum diterima.

Juru bicara Kementerian Pertahanan RI Brigjen TNI Hartind Asrin mengatakan salah satu daya tarik utama senjata made in Indonesia, terutama SS-2, adalah  kualitasnya yang dinilai memenuhi standar internasional. "Irak bisa jadi tahun ini realisasinya. Arab Saudi mudah-mudahan tahun depan. Saat ini sudah ada pembicaraan-pembicaraan," katanya.

Yang juga membantu mempromosikannya adalah prestasi Tentara Nasional Indonesia dalam beberapa lomba menembak internasional. Di ajang tembak Internasional Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) 2012, misalnya, TNI Angkatan Darat meraih juara umum. Tak main-main, mereka mengalahkan negara-negara besar, seperti tuan rumah Australia, Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Perancis, Selandia Baru.

Ajang AASAM 2012 juga diikuti oleh negara-negara ASEAN lain seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, dan Timor-Leste. Jepang juga menjadi peserta baru pada AASAM kali ini. Lebih dari 300 penembak ikut serta mewakili militer masing-masing negara.

"Kita sudah mengalahkan anggota-anggota NATO dalam lomba-lomba tembak. Kualitas senjata kita juga ikut menentukan," katanya.

Di Bandung, Direktur Utama PT Pindad Adik Avianto Soedarsono menjelaskan SS2 merupakan senapan serbu generasi baru kaliber 5,56 x 45 mm dengan laras di kisaran 7 inci. Kelebihan SS2 adalah ringan, handal, memiliki akurasi tinggi, dan menggunakan popor lipat sehingga fleksibel saat digunakan.

Senjata ini dapat menggunakan mechanical maupun optical sight, serta dapat pula dilengkapi berbagai aksesoris pendukung, seperti: silencer, sangkur, berbagai tipe pelontar granat, dan lainnya.

Adik mengatakan SS2 dirakit oleh tenaga-tenaga ahli dari dalam negeri. "Keseluruhannya dilakukan oleh tenaga ahli dari dalam negeri, sisanya dibantu konsultan dari luar negeri," katanya kepada VIVAnews.

Dia menampik anggapan bahwa SS2 merupakan adopsi dari model SS2 yang dirakit di negara produsen asalnya di Eropa sana. SS2 ini berbeda dengan SS1 yang masih berada di bawah lisensi Eropa. "SS2 yamg kami produksi hari ini merupakan asli produk Indonesia. Kami bangga produk asli ini bisa menembus pasar dunia." (kd)

TERKAIT
TERPOPULER